-->

Selasa, 09 Oktober 2012

KANDUNGAN GIZI DALAM MADU


Zat-zat yang terkandung dalam madu sangatlah kompleks dan kini telah diketahui tidak kurang dari 181 macam zat yang terkandung dalam madu. Dari jumlah tersebut karbohidrat merupakan komponen terbesar yang terkandung dalam madu, yaitu berkisar lebih dari 75%. Jenis karbohidrat yang paling dominan dalam hampir semua madu adalah dari golongan monosakarida yang biasanya terdiri levulosa dan dekstrosa. Levulosa dan dekstrosa mencakup 85%-90% dari total karbohidrat yang terdapat dalam madu, sisanya terdiri dari disakarida dan oligosakarida (Sihombing,D.1997).  

Komposisi terbesar kedua setelah karbohidrat adalah air. Jumlahnya biasanya berkisar dari 15%-25%. Bervariasinya  kadar air dalam madu disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya kelembapan  udara, jenis nektar, proses produksi dan penyimpanan (Suranto, 2007). Selain dua komponen diatas, madu juga mengandung banyak mineral baik yang bersifat esensial maupun non esensial. 

berikut merupakan komposisi kimia dari madu per 100 gram. 
Kalori 328 kal 
Kadar air  17,2 g 
Protein 0,5 g 
Karbohidrat 82,4 g 
Abu 0,2 g 
Tembaga  4,4 - 9,2 mg 
Fosfor  1,9 - 6,3 mg 
Besi  0,06 - 1,5 mg 
Mangan  0,02 - 0,4 mg 
Magnesium  1,2 - 3,5 mg 
Thiamin 0,1 mg 
Riboflavin 0,02 mg 
Niasin 0,20 g 
Lemak 0,1 g 
pH 3,9 
Asam 43,1 mg 

Vitamin Dalam Madu 

Sekitar tahun 1920 hingga 1930 hanya sedikit macam vitamin yang diketahui dalam madu. Namun sejak 1930 penelitian dengan  cara mikrobiologis terus dilakukan dan kini menggunakan uji mikrokimiawi  semakin banyak macam vitamin diketemukan dalam madu, meskipun hanya sedikit terdapat dan mungkin kurang dapat diandalkan sebagai sumber pokok kebutuhan vitamin pada manusia.  

Beberapa vitamin larut-air terdapat dalam madu (tabel 2-5) antara lain tiamin (B1), riboflavin (B2), piridoksin (B6), asam pantotenat, niasin, dan asam askorbat; namun vitamin-vitamin lain seperti biotin, asam folat, kholin dan asetil kholin terdapat juga dalam madu. Vitamin larut-lemak seperti vitamin K yang ekivalen dengan 25 µg menadion per 100 g madu juga ditemukan. Crane, 1975. 
  
Sedangkan enzim penting yang terdapat dalam madu adalah enzim diastase,invertase, glukosa oksidase, peroksidase dan lipase. Enzim diastase adalah enzim yang mengubah karbohidrat komplek (polisakarida) menjadi karbohidrat yang sederhana (monosakarida). Enzim invertase adalah enzim yang memecah molekul sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Sedangkan enzim oksidase adalah enzim yang membantu oksidasi glukosa menjadi asam peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidasi metabolisme. Semua zat tersebut berguna untuk  proses metabolism tubuh (Suranto, 2004).  

Asam utama yang terdapat dalam madu adalah asam glutamat. Sedangkan asam organik yang terdapat dalam madu adalah asam asetat, asam butirat, format, suksinat, glikolat, malat, proglutamat, sitrat dan piruvat. Dalam madu juga terdapat hormone gonadotropin yang merangsang alat reproduksi lebah ratu dan membantu dalam proses pematangan telur (Suranto, 2004).

sumber :  wikipedia 

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar